Categories

Thursday, May 27, 2021

Karena Replika Makanan, Hadirlah Brownies Andalan

Suatu hari, saat saya sedang ada di ruang kerja, anak saya masuk, sambil lirik-lirik dia bertanya "Mama, saya boleh minta kuenya? Perut saya menangis, minta diisi" 

Hah? Kue apa? Rasanya saya gak  bawa makanan apapun, setelah ditunjuk, baru saya ngeh. Ternyata makanan ini :


Ada yang ikut ketipu juga?  selamat bergabung dengan anak saya. Berhubung kerjaan saya jahit menjahit, jadi cukup sering juga buat replika makanan dari kain felt. Seringkali yang jadi korban adalah suami dan anak saya. Tidak jarang mereka komplain karena mau makanan aslinya. Gimana enggak, saya lebih sering bikin replika, daripada makanan aslinya  . ini beberapa contoh replika yang saya buat, semua real size

Replika makanan dari kain flanel

Tapi kali ini, anak saya bener-bener ngiler lihat replika browniesnya. Mukanya terlihat kecewa sekali.  Agak kasihan juga, jadi saya putuskan untuk buat browniesnya.  Sejujurnya saya lebih senang memasak lauk untuk makan daripada baking , jadi saya gak ada bayangan mau yang bentuknya seperti apa. 

Tahap pertama, langsung meluncur ke instagram, searching hashtag #resepbrownies . Langsung bermunculan ratusan ribu post resep brownies. Saya sortir berdasarkan siapa yang posting, kalau yang posting akun yang modal copy paste dari yang ada , langsung saya skip karena pasti belum pernah dicoba sendiri. Selanjutnya cek penjelasannya, apa cukup lengkap. Setelah dicek, ternyata ada 1 resep yang sering dipakai orang. Tampilan fotonya cukup menarik dengan shiny crust yang keluar di bagian atas brownies. berikut resepnya yang saya modifikasi sedikit. 

Resep Brownies 

Bahan A

150 gr dark cooking chocolate ( saya pakai merk tulip)

50 gr mentega (saya pakai merk Anchor)

40 ml minyak


Bahan B

2 butir telur 

150gr gula pasir yang diblender  (saya kurangi jadi 120gr)

vanilla paste 1 sdt


Bahan C

100 gr tepung terigu

35gr coklat bubuk

ayak bahan C


Topping chocolate nibs


Cara membuat :

1. Panaskan oven 185 derajat C

2. Lelehkan bahan A dengan cara di tim. Tapi biasanya saya masukkan oven aja sebentar, baru diaduk2, sampai lelehannya merata.

3. Kocok bahan B sampai gula larut, sebentar saja. Msukkan bahan A, aduk rata.

4. Masukkan bahan C , aduk rata. adonan akan menjadi kental dan berat.

5. Siapkan loyang , alasi dengan baking paper. Tuang adonan ke dalam loyang lalu beri topping

6. Panggang selama 30-40 menit sesuai oven masing-masing. Setelah matang tunggu brownies dingin terlebih dahulu baru bisa dikeluarkan dari loyang, potong sesuai selera.

Biar seru, sekalian anak diajak ikut membuatnya , toh kalau dicek, gak terlalu rumit juga prosesnya. Masak memasak ini pengalaman seru buat anak, bisa aduk dan campur, dan bangga juga karena bisa masak sesuatu.  Walaupun anak saya laki-laki, tapi tetap saya ajarkan memasak, karena masak itu skill dasar yang harus dimiliki semua orang kan? Dari dalam oven, bau coklat menyeruak, anak saya semakin gak sabar mau coba tapi harus bersabar karena browniesnya harus didinginkan dulu . Total waktu dari persiapan sampai bisa dimakan sekitar 1,5jam . Ini hasil jadinya :


Kenapa toppingnya cocoa nibs ? karena ada di rumah. Suami saya iseng beli cocoa nibs, tapi karena pahit, jarang dipakai. Daripada nanti keburu kadaluarsa, ya saya jadikan topping. Setelah googling, ternyata cocoa nibs itu biji coklat mentah yang ditumbuk jadi ukuran kecil. Jadi memang rasanya pahit, tapi ternyata cocok dijadikan topping brownies yang manis. 

Apa anak saya suka? Tentu saja. Satu rumah suka , sampai saya stok agak banyak . Untuk penyimpanan, saya lebih senang dipotong-potong kecil, lalu dibungkus satuan, dimasukkan ke freezer. Jadi kalau sewaktu-waktu mau brownies, tinggal thawing , lalu dioven sebentar, rasanya tetap moist. 

Akhirnya resep brownies ini saya simpan sebagai resep andalan, seringkali saya buat saat ada acara . Brownies ini juga saya jadikan hampers untuk dibagikan ke teman dan keluarga , cukup beli packaging yang cantik, dihias dengan pita. Apa ada juga yang senang bagi-bagi hampers dari hasil masakan sendiri? 

Blogpost ini dibuat untuk Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog



Friday, April 30, 2021

Review Buku Little People, Big Dreams Frida Kahlo

Untuk Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan ini yang bertema review buku perempuan inspiratif, saya memilih untuk mengulas buku tentang Frida Kahlo. Sebenarnya ada banyak buku yang mengulas mengenai Frida Kahlo, tapi saya pilih buku ini karena alasan personal. Saya pertama kali tahu tentang Frida kahlo dari buku ini, saat saya sedang mengantar anak ke perpustakaan di daerah Pasir Ris. Perdana saya mengunjungi perpustakaan saat tinggal di sana. Saat itu buku ini yang paling menarik perhatian . Sebenarnya ini buku anak, tapi cukup inspiring. 


Magdalena Carmen Frida Kahlo y Calderon lahir 6 Juli 1907 di  Coyoacan , Mexico. terkenal sebagai pelukis, yang identitas dan penampilannya adalah perpanjangan dari karya seninya. Dirinya selalu diingat dari penampilannya yang flamboyan khas meksiko, warna warna terang dan tegas , kepala yang selalu dihiasi dengan aneka bunga, corak motif baju yang meriah. 

Sejak kecil sudah spesial, tubuhnya berbeda dari teman-temannya. Saat sekolah, Frida Kahlo mengidap polio, yang mengakibatkan salah satu kakinya menjadi kecil sekali. Tapi Frida kecil tidak pernah mengeluh. Penampilannya berbeda dengan yang lain, dia lebih senang berpakaian tomboy, bermain bola, gulat, tinju, dan atlit renang. Namun teman-temannya sering mengejek kakinya, lama-lama frida mulai memakai celana panjang, dress panjang, dan rok untuk menutup kakinya.  Penampilannya yang eksentrik ini yang membuat saya tertarik membuat bonekanya.

Saat remaja, Frida mengalami kecelakaan fatal saat ada di dalam bis. Lukanya terlalu banyak , beberapa patahan di tulang belakang, iga, pelvis, patah kaki dan dislokasi bahu. Selama perawatan pasca kecelakaan, Frida harus diam di tempat tidurnya  selama berbulan-bulan dan harus menjalani lebih dari 30 kali operasi.Tapi Frida tetap semangat dan yakin akan sembuh. Saat itu dia berniat untuk jadi dokter, tapi karena kecelakaan, maka dia tidak bisa masuk kelas. Bosan terus-terusan di  kasur, Frida meminjam cat dan kuas dari ayahnya. Walaupun badannya sakit dan susah bergerak, Frida belajar menggambar, dimulai dari objek yang selalu dilihat, kakinya. Lama- lama berkembang melukis wajahnya sendiri dengan bantuan cermin.

Kemampuannya tidak luput dari peran ayahnya, yang merupakan fotografer ternama yang memotret bangunan bersejarah di meksiko , sehingga Frida dapat belajar tentang sejarah, seni dan arsitektur Meksiko, yang menginspirasi lukisannya.

Melukis membantu Frida untuk melalui masa sulitnya, dan semakin banyak dan bagus pula lukisannya. Saat tubuhnya membaik, dia memutuskan untuk menunjukkan hasil karya ke dunia luar. Dia mendatangi seorang seniman ternama yang bernama  Diego Rivera, yang akhirnya menikahi Frida. 

Dari lukisan-lukisannya, Frida menggambarkan perasaan hatinya. Suasana hati sedih atau senang, diungkapkan dalam bentuk lukisan. Karyanya mulai terkenal di seluruh dunia, dan pameran diadakan di berbagai tempat. Sayangnya saat pameran diadakan di Meksiko, Frida sakit dan harus bedrest, tapi tidak menghentikannya . Pameran tetap berjalan, Frida menyambut tamu-tamunya  di temat tidur sambil bercerita dan bercanda.


Setelah kematian Frida, rumahnya dijadikan museum. Selain lukisan, di sana juga dipamerkan hal-hal yang menginpirasi lukisannya seperti buku, foto, perabotan, dokumen dan pakaiannya.

Buku Little People, Big Dreams Frida Kahlo ini berisi ilustrasi sederhana, tapi dengan penceritaan yang menarik. Bahwa seberat apapun hidup, pasti ada jalannya. Hal- hal buruk bukan untuk diratapi, tapi untuk dijalani . Sesuai quotes dalam lukisannya "Viva La Vida" ,  " Live Life"

Seluruh isi buku ini diilustrasikan dengan cantik, dan berwarna di setiap halamannya. Sesuai dengan peruntukannya untuk anak-anak, buku ini memang hanya membahas hal dasar dan fakta yang paling dikenal saja. Untuk ukuran buku anak, cukup infomatif, bisa sebagai pengenalan buku nonfiksi.


Sunday, February 28, 2021

Frida Kahlo Doll Workshop

Ini pertama kalinya saya mengadakan kelas craft selama pandemi. Pertama kalinya juga saya mengadakan kelasnya online. Selalu ada momen pertama di setiap hal ya? Selalu hal pertama ini yang bikin gugup dan banyak kekhawatiran.


Kelas online yang diadakan sebenernya  ada plus minusnya. Plusnya, peserta bisa dari mana aja, karena ga terbatas tempat, transportasi. Waktu pengerjaan bisa lebih fleksibel, karena ada selang beberapa hari pengiriman kit ke peserta, jadi bisa dikerjakan sesegera mungkin ketika waktu luang. Harga lebih terjangkau , memangkas biaya sewa tempat dan transportasi. Jumlah peserta bisa lebih banyak dibandingkan offline.  Minusnya, vibe kursusnya kurang terasa, karena gak ngumpul, ga langsung praktek bareng , karena biasanya itungannya dateng ke workshop itu untuk hiburan. Tapi dengan segala kekurangannya, semoga semua peserta mendapatkan pengalaman dan keterampilan baru.

Kelas online Frida Kahlo doll ini, diselenggarakan oleh Menimba Ilmu . Jadi peserta dikumpulkan via WA grup tanggal 26 Februari 2021. Saya dari sebelumnya sudah menyiapkan materi dan bahan-bahan. Saya bukan orang yang bisa atau mahir gambar. Jadi , urusan pola pun, gak pernah saya sketsa. Kalau lagi bikin boneka, biasanya saya gunting dulu, baru hasil guntingannya saya jiplak jadi pola. Beres trial and error , masuklah saya ke pembuatan tutorial.  Untuk tutorialnya saya berikan dalam bentuk booklet, dan video.

keringetan bikin booklet

Jujur , udah lama saya gak ngerjain urusan depan laptop, jadi bikin booklet dan video buat saya susah banget. Harus pilih apps yang mau dipakai, harus belajar lagi buat pemakaiannya. Untuk video, saya pakai Inshot, untuk booklet saya pakai canva. Dua-duanya saya pakai yang berbayar. Kenapa gak pakai yang versi gratis, nanti saya jelaskan di postingan selanjutnya ya.

Semua proses saya kerjain sendiri, mulai dari desain, merekam video, edit, cetak booklet, sampai menyiapkan kit & kirim2. Tapi ada pak suami dong yang setia nganter2in ke sana ke mari. Jadi nano-nano deh rasanya.


Hari H jadwal workshop, saya udah standby di ruangan saya . Sebenernya agak bingung, karena selama beberapa hari, gak ada pertanyaan masuk. Jadi saya bingung mau ngapain, karena sesi online ini, harusnya jadwal saya buat menjawab pertanyaan masuk. Tapi ternyata pas mulai, ternyata jalan aja acaranya, udah ada yang jadi, ada yang nanya2. jadi gak kerasa juga udah 2 jam saya isi kelas onlinenya. 

ini hasil dari beberapa peserta . Yang bikin kaget, ternyata banyak peserta anak. Malah ada yang masih 8th, semangat bikin sendiri, dan jadi.  Keren banget.

Mungkin kalo diliat, kayak ribet banget saya nyiapin workshopnya. Ya namanya tanggung jawab , saya ga mau nanggung ngasihnya. Seperti perhitungan bahan, saya perkirakan juga kalau misalnya ada salah gunting bahan, salah tempel dll, masih ada sisa bahan yang dipakai. Sebisa mungkin semua beres ngerjain di rumah masing2. Yang penting lega rasanya liat sudah ada peserta yang selesai, berarti ga ada yang miss di workshopnya. 

Kapok bikin workshop online? tentu tidak. Sambil nulis ini pun sebenernya saya sambil siapin materi workshopnya. Materinya apa? Tunggu pengumumannya yaaaa

Wednesday, February 24, 2021

Kembali Posting di Blog

Jujur, sejak kenal facebook  dan  instagram, frekuensi menulis di blog jadi jauh berkurang. Alasan laptop kurang mumpuni lah, ribet kalau pake hp lah, dsb. Apalagi dengan adanya fitur stories, gak perlu mikir lama, susun kalimat. Tinggal cekrek , tulis dikit, upload. Ga perlu khawatir typo atau ada informasi yang keliru, toh 24jam terhapus sendiri, viewnya banyak pula.

Suatu hari cek grup mamah-mamah, ada subgrup untuk ngeblog. Mamah Gajah Ngeblog ngasih tantangan untuk ngeblog dengan tema-tema tertentu tiap bulannya. Sebagai ibu2 agak ambisius , pengen nyoba dong, sambil mikir bisa gak ya sebulan sekali. Coba join grup, ngintip aja dulu. Ternyata banyak yang profesional banget. Minder? enggak lah, malah seneng, bisa belajar dari yang pro. 

Sebelum nulis postingan ini, saya cek blog sendiri. Dulu desain blognya modal liat tutorial sana sini di internet. dengan modal modif nekat, saya cukup puas dengan hasilnya. Gak bagus banget memang, tapi cukup . Dulu saya simpan segala macam imagenya di photobucket, yang kalau sekarang saya buka blog, penuh dengan watermark photobucket. Mau ngatur ulang semuanya kok ya udah lupa gimana caranya. Jadi saya ambil jalan pintas. Beli aja lah templatenya shaaay... walaupun masih harus diatur lagi ini itunya, seenggaknya cukup untuk sekarang. 

Sambil mikir mau posting apa, saya baca-baca postingan lama. Pertanyaan "Selama ini ngapain aja sih?"  setiap malem sampai insecure, ternyata ternyata terjawab di setiap postingan. Dokumentasi kegiatan. Saya terlalu sibuk mikirin feed instagram lah, males posting , padahal setiap masa ada keseruannya, yang sayang sekali kalau tidak didokumentasikan. Saya pikir foto sudah cukup, karena memang foto saya seabrek. Tapi ternyata foto tanpa deskripsi rasanya memang kurang. Baca blog sendiri itu kayak nostalgia, kalo liat pencapaian ikut senang, baca drama dan curhat kesedihan malah jadi bersyukur karena ternyata sampai detik ini masih bertahan. Malah banyak informasi yang saya dapet pas saya baca lagi isi blog saya. Ternyata saya pelupa. 

Setelah baca postingan-postingan  lama, saya semakin yakin buat kembali ngeblog. Blog pertama saya dibuat di Multiply sekitar tahun 2008an . Awalnya ikut-ikutan aja, karena sosmed belum seramai sekarang. Kayak keren gitu kalau punya blog.  Interaksi dengan teman-teman sehobi jadi lebih mudah, campur dagangan ini itu,  alhamdulillah banyak teman multiply yang sampai sekarang masih menjalin silaturahmi. Di Multiply ini juga saya tau dunia online shop . Dulu taunya jualan craft saya di Rileks aja (anak kampus angkatan lama mah pasti hapal ini). 

Tahun 2010 saya mulai melirik Blogspot, karena multiply mulai geser fungsi ke arah marketplace, sekarang malah udah tutup ya multiply. Sempat punya juga blog di wordpress, tapi saya lupa password, berujung malas diisi lagi. Blog ini saya isi dengan kegiatan sehari, project craft , tutorial . Seiring pertambahan umur, bergeserlah topik ke arah persiapan pernikahan, lalu ke arah kehamilan, lahiran, mengurus anak dan seterusnya. Yang awalnya khusus untuk craft , jadi mulai campur ke kehidupan pribadi. Kegiatan menulis di blog pelan pelan pudar waktu saya mulai punya anak. Mungkin lelah, mungkin sibuk , jadi setiap mau nulis, bawaannya mau ngeluh aja, komplain. Sementara saya gak mau dong kalo isinya curhatan sedih aja, sementara kalau senang , malah lupa nulisnya. Makin jarang lah posting. Teman-teman yang dulu sering update blogpun sekarang makin jarang. 

Buat saya, masih lebih gampang buat tutorial daripada buat tulisan panjang seperti ini. Diingat-ingat lagi, dari kecil saya memang suka menulis diary, tapi lebih senang lagi di bagian hias menghiasnya. SMA pun masih menulis diary, tapi dalam bentuk komik strip . Semuanya udah hilang entah ke mana, padahal kayaknya lucu ya kalau dibaca lagi. Antara lucu atau malu sih, hehehe. Jadi nulis di blog pun tetap banyak foto foto penunjang tulisan. 

Tapi kembali ke niat awal ngeblog, Dokumentasi dan sharing. Mudah-an dengan join komunitas Mamah Gajah Ngeblog, makin semangat buat kembali menulis, dan kembali jadi rutinitas seperti dahulu . Mohon bimbingannya ya mamah-mamah.. 

Berhubung ada mamah-mamah yang mampir ke sini, izinkan saya perkenalkan diri ya, saya Linda FT 04. Dari kuliah tingkat 3 mulai seneng ngecraft. Sejak itu sampai sekarang, pekerjaan saya ya ga jauh-jauh dari craft. Mulai dari jualan produk craft, menulis buku craft , dan jadi tutor untuk workshop craft. Ibu dari satu anak, sekarang tinggal di Bandung.  Salam kenal semuanya !



Back to Top