Categories

Showing posts with label baby acho. Show all posts
Showing posts with label baby acho. Show all posts

Friday, December 30, 2016

Birthday party Novengers

Setelah lama gak muncul, akhirnya sempat juga tulis post baru. Jadi nih ya, Desember ini akhirnya saya sekeluarga punya kesempatan buat mudik. Awalnya gak niat mudik, tapi kok undangan birthday party di jakarta begitu menggoda ya. Pucuk di cinta ulam pun tiba. Pak suami ngajakin dateng ke Jakarta. Ihhhiyy,,hore! Berhubung tanggung udah ada di indo, diagendakan juga buat pulang ke Bandung.

Berangkat Jumat malam dari Changi airport, sampai jam 11an malam di hotel Jakarta. Paginya udah langsung berangkat ke tempat acara sambil bawa koper segambreng. Pas mau masuk mall nya, satpam suruh buka semua buat dicek. Hahahaha, gapapa deh, namanya prosedur ya.

Rasanya ngumpul bocah? Seneng banget, walaupun Acho kayak malu2, dan ngantuk juga sebenarnya. Tapi gak pake drama heboh gimana gitu, cuma agak rewel pas mau tidur

Awal acara, semua anak disuruh duduk, tapi nempel kursi beberapa menit aja, sisanya kabur

Habis tiup lilin, Acho udah keliatan ngantuk

Yeay dapet doorprize paling gede! Sayang acho udah tidur nyenyak, kecapean juga kayaknya

Salah satu isi goodiebag

isi goodiebag nya. Buanyaaak.
Terima kasih untuk semua sponsor yang terlibat . Alhamdulilllah, gak nyesel jauh-jauh datang ke acara birthday party novengers. Belum puas malah ngobrolnya .Mudah-mudahan lain waktu bisa ikutan lagi

👕: @gabyambernecklace 🌸
👜: @alovelyday_project 🌸
🎂: @diahanjani 🌸
🍰: @bebilea.bake @mitcay 🌸
🎁: @scandriashop @alovelyday_project@bebilea.bake @three.little.charm@happylestarie 🌸
Special thanks @the_urbanmama 😘


Wednesday, March 9, 2016

(Masih) Drama Mpasi part 3

Kayaknya drama MPASI itu ga ada akhirnya ya? Tapi bener deh, slogan "this too shall pass" benar adanya. Masa2 MPASI paling berat itu di 9-12 bulan. GTM parah, berat badan gak naik, nolak makanan. Nah, setelah 1 tahun, Acho udah bisa dikasih UHT , sama udah mulai makan makanan menu keluarga. Fiuhhhh,,minimal udah ga terlalu repot bikin makanan terpisah ya. Plus karena udah mulai kebal dengan GTM, saya udah gak terlalu ambil pusing. Mogok makan sampai 2 hari? okeee,,boleh, asal minum sama ASI tetap jalan, toh punya perut, pasti ada waktunya lapar kan . Kalaupun stress karena GTM, ya udah ga separah dulu,

Acho sekarang makannya gimana sih? Alhamdulillah saya masih konsisten ngasih makan di high chair. Jadi kalo dibilang "Mamam", acho jalan menuju kursi makannya. Kalo lagi anteng, kami bisa duduk makan bertiga, makan masing2. Tapi jangan harap kondisi ideal ini setiap saat ya. Hahahaaha


Gimana caranya ngatasin GTM? pasti bisa! pasti ada alasannya. Cari penyebab, baru cari solusinya. ini beberapa alasan Acho bisa GTM selama ini
1. Mau tumbuh gigi
2. gak enak badan
3. lagi ga mau disuapin
4. lagi bosen menunya
5. keasikan main
6. bosen tekstur makanannya
7. bosen suasana makannya
8. Lagi males makan aja

solusinya?
- tawarin makan sendiri
- tawarin berbagai macam menu . nolak 1 menu? coba makanan lain
- kalau tumbuh gigi, tawarin buah dingin, es krim  atau makanan yang crunchy
- sodorin air putih. kadang Acho kayak yang seret, beres minum, lancar lagi makannnya
- ganti suasana, sesekali highchairnya dibawa ke ruangan lain, ga di ruang makan aja, sesekali di teras (tapi ini jarang banget) , atau coba dibawa makan ke restoran (nah yang ini harus ke resto yang nyediain high chair)
- gonta ganti peralatan makan. gak perlu sampai koleksi berbagai aksesori makan bayi sih, kadang kalau anaknya udah banyak gaya, maunya makan pake piring sama sendok yang sama dengan ortu, kasih ajaaaa,,asal diawasi .
- makan rame rame . ngumpul bareng , anak dikasih porsi makannya sendiri, anak jadi meniru yang dilakukan orang lain, makan! hahahaha. Acho kalau GTM bisa berkali2 diajak ke ruang makan, ya orang rumah kasih contoh makan , bisa ngemil buah dll.
- Biarkan anak bereksperimen . ya makanan diaduk2, diacak acak,  dilempar. Akhir-akhir ini saya sering biarkan Acho makan sendiri, kadang dihambur, diacak sampai meja, dibiarin aja, sambil saya makan atau ngerjain yang lain (misal: masak atau cuci piring) , lama2 kalau anaknya udah bosen ngacak, dikit2 dimakan kok. Sabar :)
- anak udah jerit2 nangis atau rewel minta turun dari highchairnya? turutin aja, biar ga trauma. jangan sampai dia mikir kalo itu kursi teror. balik lagi ke atas, selama anaknya sehat, pasti punya rasa lapar, jadi tunggu sampai lapar lagi :D
- Contohin. Percaya kan kalo anak itu peniru ulung? Sy sih percaya. Jadi kalo anak lagi males2an, ya dicontohin. Misalnya makan roti, sy contohin lagi makan roti dengan ekspresi lebay seakan2 enak banget, jadi anak pun tergoda. Minum jus pun begitu, di sruput heboh,  pas udah beres,,bilang "aaaahhhh...",  seringnya sih triknya berhasil :))))

 Vitamin atau madu yang rekomen apa? maaf, saya ga punya rekomendasi. Memang sempat dengar kalau beberapa jenis vitamin atau madu bisa mendongkrak nafsu makan. Tapi saya sendiri belum pernah kasih ke Acho, dengan pertimbangan bahwa asupan makanannya sudah cukup, gak perlu ditambah yang lain. Saya pun bukan antisufor, cuman sampai saat ini saya rasa Acho belum perlu tambahan nutrisi dari sufor.

Lagi-lagi saya tekankan, sebaiknya kita sebagai orangtua harus tau apa yang dimakan anak, jadi bukan cuma sekedar "perasaan" cukup atau kurang. Dari informasi asupan anak yang kita tau, baru deh tentukan langkah selanjutnya apa, mau tambah ini itu, selama baik, silakan, lebih baik lagi kalau sudah dikonsultasikan dengan dokter :)

Happy MPASI mom

Thursday, December 24, 2015

Drama ASI

Saya baru sadar, beberapa kali buat blogpost tentang drama mpasi, tapi belum pernah bahas drama ASI.

Baby Acho, si bayi ASI


Semenjak hamil saya bertekad untuk memberi asi ekslusif. Sayangnya, tekad tidak dibarengi dengan usaha belajar. Yang saya lakukan selama hamil cuma mengamati perkembangan janin, kerja dan jalan-jalan.Awalnya saya pikir kalau menyusui itu gampang, tinggal berikan saja, beres. Ternyata salah besar.

Dengan ilmu nol mengenai menyusui, saya melahirkan Acho. Pertama kali melihat wajahnya, rasanya mau dipeluk terus. Tapi kok dia dibawa pergi bersama suami saya? Kok? Bukannya harusnya IMD? Tidak lama suami saya kembali, katanya ketuban saya hijau, ada cairan yang masuk ke saluran pernapasannya jadi harus segera diobservasi. Duh, patah hati rasanya gagal IMD. Acho baru seruangan dengan saya beberapa jam kemudian. Berhubung saya belum ngeh, dan Acho tidur terus, baru saya mulai susui 10jam kemudian, itupun setelah saya tanya suster di rumah sakit. Dua hari pertama, saya merasa baik-baik saja. Acho di rumah sakit lebih sering tidur dan jarang menangis. Keresahan mulai muncul ketika saya pulang ke rumah dan Acho tidak berhenti menangis. ASI seret, saya kaget dan stress dengan situasi baru ini, belum masih harus mengurusi pekerjaan rumah sendiri disaat luka melahirkan masih terasa sakit. Semua masalah berkumpul jadi satu, dan saya mulai menyerah, berpikir untuk memberi susu formula.

Tapi pemberian susu formula saya tahan sampai kontrol dokter, dan barulah diketahui kalau anak saya rewel karena sakit. Hari itu juga mendadak ASI mengalir deras. Oh, saya ingat, memang perawat di rumah sakit pernah bilang kalau asi akan keluar paling lambat 3-4hari setelah melahirkan. Ternyata beliau benar. Rasanya kena tamparan keras sekali, betapa saya tidak pernah mempersiapkan ini, bahkan cenderung tidak peduli masalah ASI. Hari itu saya menangis di rumah sakit. Lupa namanya malu dilihat orang-orang.

Sejak pulang dari rumah sakit saya akhirnya belajar seluk beluk ASI dan menyusui. Baru saya sadar kalau menyusui itu tidak sekedar "cuma menyusui". Masih banyak yang harus saya pelajari sampai sekarang. Mulailah saya belajar cara dan posisi menyusui yang benar ,  pijat oksitoksin, makan makanan yang kabarnya bisa memperlancar ASI. Belakangan baru saya tahu bahwa mood ibu sangat mempengaruhi produksi ASI. Ketika stress atau panik, ASI pasti mampet. Begitu makan makanan favorit atau saat bahagia, ASI jadi mengalir deras. Acho yang sempat kuning pun terus menerus saya susui dan jemur di pagi hari agar kadar billirubinnya segera normal. Alhamdulillah, di hari ke tujuh,  sudah normal dan tidak perlu dirawat di rumah sakit. Acho pun bisa menyusu dengan kuat dan terus menerus.

Pemberian asi tidak pernah saya jadwalkan, begitu Acho minta,  ya saya beri. Mulai dari tiap 15-30menit sekali, sampai di usianya saat ini 13 bulan cukup 6-10x sehari. Saya yakin, kalau ASI adalah nutrisi terbaik yang bisa saya berikan. Tidak lupa, saya juga konsumsi makanan bergizi baik agar nutrisi ibu dan anak baik juga.
Selama ini Acho tidak pernah mogok ASI. Yang menjadi masalah adalah dia cuma mau menyusu si satu sisi saja ,  karena ada perbedaan bentuk payudara dan volume ASI yang lebih sedikit. Sampai saat ini saya harus bolak balik tawarkan terus kedua sisi, kadang mau , kadang tidak.

Apa ASI saya selalu berlimpah? Tentu tidak. Malah jadi kejar tayang. Mau coba stok ASIP pun seringnya gagal. Tapi saya terus berpikir ASI saya cukup. Tidak perlu berlebih, yang penting cukup. Selama ASI masih mengalir, saya akan tetap memberikannya pada anak sampai memang sudah waktunya menyapih. Kegiatan menyusui itu adalah waktunya saya bonding dengan anak, mesra-mesraan dengan anak. Kadang sambil bercerita, menyanyi, dan bermain.

Karena saya berniat full ASI dan tidak memerah ASI,  jadi ke manapun saya pergi pasti Acho dibawa. Ribet ngasih ASI di tempat umum? Ah eggak juga. Yang penting Usahakan tempat yang dituju punya tempat khusus untuk ibu dan bayi. Kalau tidak ada, saya pasti pakai baju ibu menyusui. Jadi akses menyusui gampang ,  anak enggak ngamuk karena kelamaan persiapan menyusui. Oiya, karena baju  ibu menyusui itu didesain khusus, menyusui jadi tidak kentara. Kalau masih kurang pede menyusui di tempat umum, bisa ditutupi dengan selimut atau nursing cover. Jadi tidak ada alasan sulit menyusui saat bepergian.

Sebagai craftymama, perlengkapan bepergian pun akhirnya saya buat sendiri, dikerjakan disela-sela anak tidur. Ya, ibu menyusui ini ingin tetap tampil gaya. Mulailah saya membuat nursing cover sendiri, serta diaper pouch.



Menyusui ketika bepergian itu seru lho. Sering saya berada di nursing room dengan ibu ibu lainnya, dan berakhir dengan sharing masalah anak dan ASI. Pernah juga asyik ngobrol dengan ibu di nursing room yang ternyata adalah istri teman saya. Saling menyemangati pastinya, untuk terus berikan ASI.

Namanya perempuan, naluri koleksi bajunya kuat. Ya masak pergi jalan- jalan tapi bajunya itu melulu. Punya beberapa baju ibu menyusui rasanya masih kurang. Masih ada incaran baju ini nih
Baju Fiora dari hijUp.com

Browsing sana sini, ternyata hijUp.com punya koleksi baju ibu hamil dan menyusui lho. Langsung saya jatuh hati sama model Fiora ini. Hati ibu yang senang kan bisa perlancar ASI, jadi sesekali boleh ya memanjakan diri sendiri dengan belanja baju. *kode

Setelah Acho mulai mpasi, saya jadi bisa sesekali menitipkan acho ketika bepergian
. Durasinya pun tidak bisa lama, mengingat Acho gampang lapar. Apalagi saat menjelang tidur, ASI itu wajib buat dia, saya tidak ada di waktu malam, pasti langsung mengamuk dan tidak mau tidur.

Apa drama ASI berhenti begitu saja? Oh tentu tidak.  Mood ibu harus diatur juga. Bayi tumbuh gigi jadi drama karena gigitan, bayi sibuk berpose jungkir balik sambil sedot ASI?sering terjadi. Tapi di situlah tantangan sekaligus kenikmatan sebagai seorang ibu. Pastinya saya akan terus usahakan yang terbaik untuk anak saya. Setuju?


Tuesday, December 8, 2015

baby acho first birthday

Sampai lah saya di titik ini. 1 tahun baby acho lahir ke dunia, 1 tahun pula pengalaman saya jadi seorang ibu.

Setelah diskusi dengan keluarga. Saya putuskan buat ngadain syukuran kecil2an. Gak ngundang banyak orang, cuman beberapa teman dekat. Sisa nya untuk tetangga, dibagikan bingkisan.

Naluri nge craft saya muncul buat syukuran Kali ini. So, kali ini ibu Linda berperan jadi tukang dekor, tukang masak, kurir, tukang jahit, dan tukang atur :)))

Pertama, untuk tema, sebenernya Pengen themeless aja. Tapi jadi terlalu lebar cakupannya. Dipersempit jadi tema merah biru. Dan akhirnya ditambah sedikit sentuhan superhero. Buat goodiebag nya, niat awal mau semua bikin sendiri. No ciki2an atau msg. Berhasil lah saya buat buat muffin, puding, pizza mini dan coin pouch superhero. Minumnya susu kotak.Tapi sayang, ibu saya protes, katanya harus ciki2an #halah. Yasudah akhirnya ke pasar beli,,,momogi! :)))


Buat kue nya sendiri, dari siang. Tapi baby acho tiba2 siang itu demam dan rewel terus, alhasil dekor kue sambil ganti2an gendong tengah malem. Hiasnya pun seadanya. Templok2 aja yang penting némpél. Nasib. Saya buat 2 kue. 1 smash cake, sebagai cake pertama baby acho, yang dia bisa acak2. Satu lagi blackforest cake buat tamu.



Buat konsumsi, ada cake,muffin, chocolate balls, snacks, sirup jeruk (alias orson).plus oleh2 dari tante Mira:potato salad (thanks mir!) makanan beratnya mama yang masak. Jagoan, sehari beres :D



Eh iya. Buat acara ini saya khusus Pengen bikin photobooth. Biar sederhana, yang penting dokumentasi ada yaaa.. Print printable photo props, dekor dinding dan lantai. Last minutes ,  beli balon gas yang untungnya belom lama buka di dekat rumah. We're ready for parttyy


Selama acara baby acho emang diem, karena masih demam, tapi gak gitu rewel juga. Demamnya berlanjut sampai 4 hari, setelah itu muncul bintik merah di sekujur badan. Uh oh..nampaknya roseola.

Friday, June 5, 2015

baby's day out

Baby acho emang doyan jalan2 (ini.sih emaknya cari alasan). Dari jaman hamil, tiap diajak pergi jalan2, di perut goyang terus, seperti kesenengan.

Sampai Udah brojol pun keterusan. Tiap di perjalanan, tiduuur. Mau naik motor,mobil atau stroller, pasti tidur. Nyampe tujuan langsung bangun, seger deh. Baru Asik main2 liat sekitaran.

2 minggu lalu ada acara meet up outdoor, pasti bawa dong ah, biar liat pemandangan.  Mama nya sibuk main, baby acho papa yang gendong.
Mamamya main dulu


Berhubung banyak ibuk2 beranak, anak dan bayipun banyak dibawa, jadi berkumpul lah para bayi.hihihi, seru juga ya, yang dibawah ini lagi foto sama Neneng geulis, emak2nya berusaha sembunyi



Malamnya baru janjian lagi sama temen kuliah yang punya bayi sebaya, beda 1,5bulan aja. Yang bikin ketawa adalaaaah,, pas baby acho dideketin ke dedek manis ini, dia sibuk mau pegang tangannya. Ternyata oh ternyata, itu modus, buat ngambil biskuit dedek manis :))))
Oo..kamu ketahuan modus yaaa,  buat ngambil biskuit

Yang pasti tiap baby acho pulang main, dia selalu bisa tidur nyenyak. Tinggal lah orangtuanya yang pegel nyetir, pegel gendong dan kecapean . Tapi gapapa, dinikmatin jalan2nya, buat diingat2 nostalgia nantI :p

Tuesday, June 2, 2015

Serba serbi mpasi baby acho

Buat masalah MPASI, saya dibuat pusing 7 keliling. Koleksi beberapa buku, berbulan2 dibaca malah tambah bingung. Karena ternyata, bukan cuma metode nya yg beda, tapi jenis makanannya juga beda.ada yg bilang bahan a boleh dikasi 6 bulan, ada yg bilang minimal 8 bulan baru coba.



Setelah semedi dan ngobrol juga sama suami, akhirnya saya memilih mengarah ke MPASI yang dianjurkan WHO. Yang seperti apakah itu? Nih.. Dibaca yaa..
Buat ibu2 yang lain Monggo kalo mau pilih cara yang lain, toh siapa juga ya yang mau menjerumuskan anak, pasti ibu punya pilihan terbaik deh :)

Buat alat2nya sendiri sejauh ini masih yang terjangkau, dan ga macem2, semampunya aja.
Alat mpasi baby acho
1. Saringan kawat
2. Panci Kukusan
3. Panci kecil buat rebus2
4. Peeler/ pengupas umbi2an
5. Parutan keju
6. Tempat es batu yg ada tutupnya buat simpan kaldu di freezer
7. Beberapa box2 makanan kecil untuk simpan stok
8. Alat makan (piring, sendok dan.gelas plastik yang bpa free)
9. Hand blender (kalau ini sesekali aja pakenya, lebih sering pake saringan)
10. Food diary, buku catatan biasa sih, buat nyatet makanan apa aja yang dikasi, biar bisa observasi makanan apa aja yang disuka,  gak suka, bikin sembelit, atau alergi.

Untuk slow cooker gak saya beli, mengingat umur pakainya pendek (Umur bayi 1 tahun Udah ikut makanan orang tua lho). Untuk peralatan minum cuma pake gelas plastik, ga pake dot atau cup feeder karena baby acho Udah bisa minum langsung dari gelas, tinggal bantu dipegangin :)

Oiya, selain itu, saya beli baby chair khusus, ceritanya untuk membiasakan baby acho kalo makan ya harus duduk, ga digendong, ga dikejar2. Sejauh ini berhasil, Udah mulai muncul pola jam lapernya bocah ini, duduk di kursi, dia Udah ngerti mau dikasi makan.

Apa saya anti makanan instan? O tentu tidak, saya realistis aja. Kadang kalo ga sempat atau atau lupa bawa, saya pakai makanan instan seperti biskuit bayi ( cek kadar gula dan garamnya ya, rata2 yg dijual di mini market dan supermarket biasa mengandung gulgar, cari yg paling rendah atau ga ada). saya suka pure dari Heinz, makanan botolan, tinggal sendokin, cucok buat baby acho kalo lagi ga sabaran.

Iya, harusnya semua homemade, biar alami dan sehat. Saya juga menuju ke situ kok, yang instan2 jarang sekali dikasih.

Pergi ke mana2 sekarang minimal harus bawa puree buah. Soalny,  kalo saya dan suami ke tempat makan, baby acho juga harus makan, kalo Engga, ngamuk :)))))



Thursday, May 28, 2015

drama mpasi part 1

Sebenernya ini bukan pertama kalinya ada drama, tapi berhubung ini yang pertama kali diceritain, sebut saja drama part 1

Usia baby acho sudah menginjak usia 6 bulan, waktunya dikasih makanan pendamping ASI (MPASI).

Weekend lalu saya, suami dan baby acho pergi jalan2 buat nyobain sushi bar yang baru buka di bandung. Berangkat sore banget, alhasil sampai di tkp malam.

Let me see the menu papa!
Awalnya baik2 aja. Baby acho anteng di high chairnya, sambil Asik pilih2 sushi yang fotonya warna warni di buku menu. Gak lama mulai gelisah, minta gendong. Curiga kelaparan, saya keluarin lah biskuitnya, Taunya cuman sisa setengah potong -___-. Mumpung makanan belum dateng, akhirnya saya pergi ke supermarket dekat sana buat cari makanan bayi, baby acho ditinggal sama papanya.

Cek bagian buah, ga ada yang bisa langsung dilahap.harus dikupas, blender atau dimasak dulu. Tapi nemu kabocha yang memang sudah saya cari.

Lanjut ke rak makanan bayi, ada biskuit sama makanan instan yang tinggal seduh. Taunya di rak atas ada baby food botolan yang isinya pure labu dan jagung manis. Baca komposisinya, oke. Bisa langsung disendokin.

Balik ke tempat makan, papanya acho laporan, bayinya abis ngamuk.ga mau duduk, teriak2 sama nangis. Baru agak diem setelah dikasi air putih.Huahahaha buru2 lah ya disuapin makanannya. Alhamdulillah, doyan, doyan banget malah. Ga nyampe 5 menit Udah ludesss.

Hap hap hap, baby acho gak sabar disuapin


Bérés makan baby acho langsung kalem, duduk tenang sambil nyengir2, mama papanya pun jadi tenang makannya. Seakan2 ga ada kejadian apa2, malah kayak yang seneng banget, tebar senyum kemana2 sampai ke meja ssebelah

Gak lama ada tamu di meja sebelah, satu rombongan keluarga. Ada anaknya sekitar 2tahunan yang ga mau duduk di high chair sambil nangis. Orangtuanya ngebujukin "tuh liat dede bayi di sebelah mau duduk tenang di kursinya" dan sang anak akhirnya mau duduk dan makan tenang.

Belum tau aja kejadian drama sebelum baby acho dikasi makan :))))

So how's the food?
It's so dooood :9


Jadi kapok lah ga bawa makanan. Sekarang jadi lebih perhatiin jam makan baby acho plus Siapin bekel plus cemilan kalo jalan2. Happy MPASI :)

Sunday, April 12, 2015

weekend with papa and mama

Sejak Baby Acho 3,5bulan, dia mulai enak diajak main atau jalan2 . Jadi weekend mama papanya bisa jadi lebih seru. Seringnya ke mana? ke mall. ehehe, ngaku deh. Biar tujuan utamanya jemput ortu di bandara, ketemu temen atau ngedrop barang ke toko rekanan, ujung2nya ke mall , untuk sekedar makan, atau sekalian belanja. Mall favorit saya TSM, karena nursery room nya nyaman, gak becek, banyak makanan enak, dan ada Kids Station, tempat saya belanja baju baby Acho :P

Weekend kali ini gak ke kota. Hanya dihabiskan di sekitaran rumah. Hari Sabtu pagi , baby Acho sudah dibawa pergi ke klinik untuk baby spa. Rasanya boros ya baby spa, banyak yang bilang ga perlu. Tapi buat saya ya perlu, karena buat refreshing anak, mama dan papanya. Baby spa nya ditangani bidan, jadi bisa sepuasnya nanya tentang tumbuh kembang anak, penyakit anak, merhatiin cara pijat buat dipraktekin di rumah, dan liat kelucuan anak yang asik berenang. Efek ke anaknya gimana? yang pasti tidurnya pulas banget , karena keenakan dipijat plus udah banyak gerak pas renang. Mama papanya bisa leha2 dong pas anak tidur lama :)) . Biasanya saya bawa ke baby spa menjelang ulang bulannya, sekalian ukur2 berat, panjang dan lingkar kepala , karena saya gak pernah ke posyandu. Biasanya untuk imunisasi, saya ke rumah sakit, yang notabene pasiennya bejibun, jadi kurang leluasa juga buat konsultasi. Maka di baby spa inilah bisa sepuasnya nanya2




Naah hari minggunya dipakai buat main sama papa Acho. Seperti yang mungkin teman2 tau, bonding Ayah biasanya rada kurang dibanding ibu . Naaah, jadi Weekend dipake buat main sama papa. Mamanya ke mana? kadang jadi mamarazi (yang berujung banyakan foto acho sama papa daripada mamanya) , kadang beberes, kadang masak, kadang buat istirahat sebentar :)

Sering juga papanya masih terbiasa dengan rutinitas wiken nya selama masih single, yaitu main game seharian. Jadi sambil jaga anak, papa acho sekalian nge game -____- 


sekali mendayung, 2 pulau terlampaui

Baby Acho udah pinter diajak ngobrol , ga jarang malah dia yang curhat duluan dengan bahasa bayinya. Papanya? iya iyain aja. Biasanya semakin seru kalo baby Acho udah main tinggi2. itu lho,, yang anaknya diangkat tinggi2, antusias dan semangat sekali, sering tertawa sampai jerit2 senang


seneng ngedengerin papa ngomong

ikut curhat juga

"papa, masi pengen main nih, jangan disuruh tidur siang dulu"
 Berhubung neneknya sudah datang, bisa dititip deh.  Papa mamanya jadi bisa pergi 2-3jam , asal disiapin ASIPnya. Weekend ini saya ke Mutiara superkitchen , belanja alat2 masak untuk persiapan MPASI. Ya, 1 bulan lagi baby acho udah bisa makan,,horeeeee \(^^)/


Thursday, April 9, 2015

Slaber untuk Baby Acho

Slaber atau bib, atau apa ya dalam bahasa indonesianya ? adalah salah satu barang yang sangat dibutuhkan Baby Acho. Dia ileran, gak ngiler kalo pas lagi tidur (lah) . Jadi setiap saat bajunya basah . Kata orang, bayi ileran itu karena ada ngidam mamanya yang gak kesampean , tapi apa ya,, banyak yang saya mau soalnya. hehehe

Sewaktu persiapan lahiran, saya sempat belikan 2 slaber yang ternyata dari lahir udah kesempitan -___- . Anak saya ini memang badannya bongsor dari lahir. Ada 2 slaber lagi yang saya punya belakangan, tapi kurang banyak. Mau beli online, takut kekecilan. Mau beli offline, masih belum sempat.

Entah saya dapat wangsit dari mana, akhirnya saya berniat membuat sendiri slabernya. bahan kain katun tersedia, bagian dalam pakai lapisan yang cukup menyerap air. Pas googling pola dan tutorial, ternyata banyak sekali bentuk dan model yang lucu2. Tapi setelah diperhatikan, agaknya detail yang lucu2 itu kurang bisa diaplikasikan. Anak saya dalam masa asik2nya ngiler dan makan apa aja yang ada di hadapannya (ketika dipasang, slabernya pun sering dimakan) , jadi detail seperti tambahan kancing, pita , sulaman dan sebagainya kurang aman untuk bayi. Kembalilah saya ke bentuk dasar, ambil slaber anak, jiplak polanya sambil agak diperbesar, baru jahit. Tadaaaaa... dalam 1,5 jam beres 2 pcs slaber. Jadi ketagihan mau buat lagi, nunggu mau ambil kain motif macho

motif depan dan belakang sengaja saya bedakan, biar ada variasi. jadi kalau bosan, tinggal balik deh . bagian leher saya pasang kancing tindis.

bagian depan slaber

bagian belakang slaber


Baby Acho mau pakai? tentu iya,, mumpung belum ngerti :P

hai nak, ini mama buatkan slaber buat kamu, biar baju kamu ga sering2 basah. Yang aman ya main guling2 dan tengkurapnya . Biar jahitannya sederhana dan kurang rapi, mama semangat banget lho bikinnya, tengah malam sampai ga bisa tidur karena ga sabar nunggu pagi, mau cepat2 jahit. Dipakai ya :)
Back to Top