Categories

Tuesday, March 30, 2021

Kenapa pilih Kuliah di ITB? Ini Alasannya



Buat saya, ini topik sulit untuk dibahas. Karena memang ga ada alasan spesifik , plus cukup mengorek luka lama. Saya lolos SPMB pilihan pertama tahun 2004 di Teknik Fisika ITB. Flashback ke masa kecil, dari SD tiap ditanya cita-citanya apa, jawabnya pasti mau jadi dokter, dokter anak.  Di perpustakaan SD saya , terbatas bukunya, rata-rata pekerjaan di buku perpustakaan itu  petani, nelayan, guru, dokter,astronot, abri, polisi. Jadi yang terbayang ya diantara itu aja. Kalau sekarang yang namanya profesi sudah jauh lebih beragam , bahkan banyak yang baru ada beberapa tahun terakhir. Dengan akses informasi yang lebih mudah, cita-cita anak jadi makin banyak pilihan.

Cita-cita jadi dokter ini saya bawa sampai SMA. Masuk kelas 3, saya mulai realistis, mulai hitung-hitungan. Ngecek lama kuliah buat jadi dokter, ya kok lama ya balik modalnya. Lebih sadar diri aja, prestasi standar, ga bisa ngajuin beasiswa prestasi, beasiswa tidak mampu  gak masuk kriteria, tapi buat bayar full gak sanggup juga. Mentok sana sini. 

Orangtua membebaskan, mau kuliah di mana jurusan apa,asal negeri, biar murah katanya. orangtua saya cuma lulusan SMP dan SMK, jadi ga punya gambaran kuliah itu seperti apa. Mereka cuma mau perbaikan taraf hidup, dengan pesan bahwa warisan yang bisa dibagikan oleh mereka hanyalah ilmu (dikuliahkan ) . Telat juga sih saya cari- cari Jurusan kuliah , akhirnya saya pilih sesuai mata pelajaran yang saya suka, Fisika. Berhubung agak ambisius, ya saya cari yang passing gradenya mendekati nilai passing grade  kedokteran. Semacam pembuktian kalau memang mampu masuk kedokteran. Setelah dicek, Jurusan Teknik Fisika ITB memenuhi kriteria, Jadi biar gampang pilihan keduanya Fisika ITB.

Tapi ternyata kelas 3 SMA itu Masa-masanya saya senang main, malas belajar, kebanyakan bolos les. Jadi setiap tryout bimbel cuma bisa lulus pilihan kedua. Sampai di tryout terakhir , bertekad kalau masih gagal di pilihan pertama, Form SPMB nanti bakal ganti pilihan jurusan yang  lebih rendah aja. Eh ternyata di tryout terakhir ini saya lolos pilihan pertama. Jadi berbekal nilai tryout terakhir, saya nekat pilih Teknik Fisika ITB. Alhamdulillah lulus.

Tapi diterima di ITB Jadi masalah di keluarga, ada salah satu anggota keluarga yang gak setuju. Menurut beliau sebaiknya saya masuk Politeknik aja biar capet lulus dan langsung kerja. Ada benarnya juga sih, yang saya butuhkan memang cepat kerja. Tapi kapan lagi kan bisa masuk ITB? Dengar cerita ayah waktu muda, menangis depan ITB Karena gak lulus ujian masuk, dari pedalaman nekat ke Bandung buat daftar. Saya Jadi merasa perlu masuk ITB. Apalagi dulu biaya kuliah di ITB masih cukup terjangkau. Ayah pun sangat mendukung karena beliau kerja di bidang teknik, jadi merasa ada "teman", biar ada koneksi pas nanti kerja katanya.

Lanjut begitu masuk kuliah, ya gak ada gambaran apa- apa bakal jadi gimana. Ternyata susah ya kuliah, hahaha. Lulus kuliah dengan susah payah, nilai seadanya. Karena satu dan Iain hal, saya gak kerja sesuai kuliah. Buat penghasilan, saya mengembangkan hobby saya untuk mendapatkan penghasilan. Jadi kalau ditanya apa saya masih ingat materi kuliah? Oh sudah tentu tidak. Menyesal pilih ITB? gak juga, buat apa menyesal. Mungkin sampai saat ini ijasah saya tidak terpakai, tapi siapa tau masa depan bisa. kalaupun memang tidak terpakai sama sekali, ya gak apa-apa juga. Kadang capek juga dengan omongan orang " sayang banget ijasahnya gak dipake",  gapapa, lama-lama biasa , senyumin aja.

Tapi  mungkin namanya jodoh, ada aja momennya untuk kembali ke kampus. Pernah diminta isi 1 jam kuliah wirausaha di jurusan, di sini saya menjelaskan tentang usaha craft , biar adik adik yang masih kuliah bisa dapat pencerahan, kalau lulus, bisa jadi apa saja. Receh sih, tapi buat saya ini pencapaian. Lalu tahun 2020, saya  dan teman-teman membuat project buku anak berjudul " Fisika di Sekitar Kita" . Walaupun disitu status saya sebagai ilustrator, gak apa - apa ya , anggap masih nyambung sama kuliah.



Blog post ini dibuat untuk memenuhi Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog.

Back to Top